Selamat pagi/siang/sore/malam
kapanpun artikel ini dibaca (owo)/
Sebelum lanjut ke topik bahasan
kali ini, numpang tanya sebentar—ada yang hobi menulis? Hobi membaca novel,
komik, atau nonton film? Ada yang sering enggak puas sama ending atau jalan ceritanya,
terus misuh-misuh sendiri sambil lanjut baca/nonton sampai akhir? Terakhir, ada
yang tahu soal fanfiction, fanfic, fanfiksi, atau apapun
istilahnya?
Kalau belum ada, mari lanjut ke
topiknya~
(Kalau ada yang sudah tahu ya,
silakan lanjut ke artikel berikutnya—atau kalau beneran senggang dan udah tahu
soal fanfiksi, lanjut baca ya enggak dilarang)
Fanfiction,
fanfic, fanfiksi, fanfik, atau apapun
istilahnya di berbagai tempat merujuk ke suatu cerita fiksi (kadang-kadang
diangkat dari kisah nyata, tergantung imajinasi penulis dan preferensinya) yang
dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter, atau latar yang sudah ada.
Istilah ini berlaku untuk berbagai macam media, mulai dari komik (manga, manhwa, manhua, webtoon, apapun itu sinonimnya) film,
novel, game, sampai selebriti dunia
nyata. Singkat kata, fanfiksi adalah ‘jalan keluar’ atau media berekspresi bagi
mereka yang tidak puas dengan kisah aslinya atau punya imajinasi aktif.
Contohnya, ada karakter favorit di film yang berakhir mati di canon*-nya (bagi saya sendiri, Ea dan
Landkarte dari komik 07-Ghost #gagalmoveon). Karena enggak rela kalau karakter
kesayangan mati dan punya imajinasi alternatif apa yang akan terjadi kalau
karakter itu tetap hidup, si penggemar bisa menulis fanfiksi dan mempostingnya
di blog atau tempat-tempat lain. Tentunya dia juga harus menuliskan disclaimer di postingannya; disclaimer adalah suatu pernyataan bahwa
mereka bukan pemilik asli media yang digunakan untuk menulis fanfiksi (misal:
Harry Potter punyanya J.K. Rowling; Naruto punyanya Masashi Kishimoto; Karakter
yang dipakai di fanfiksi ini bukan punya saya).
Dan ngomong-omong, enggak semua
penulis memperbolehkan karyanya dibuatkan fanfiksi lho ya. Untuk info lebih
lanjut, silakan mampir ke sini
(warning: bahasa Inggris. Jangan pakai google translate kalau enggak ngerti,
usahakan pakai kamus dulu buat sekalian belajar bahasa Inggris).
Lanjut ke bahasan berikutnya.
Dalam menulis fanfiksi, seseorang
harus memperhatikan rating konten yang akan ia posting. Masing-masing tempat
yang biasa digunakan untuk memposting fanfiksi punya kebijakan sendiri.
Fanfiction.net menggunakan jangkauan rating K-M, sedangkan AO3 jangkauannya dari
General Audiences-Explicit. Di luar dua situs itu, saya kurang tahu pakai
rating apa—tapi kalau rujukannya Om Wikipedia, pakai standar MPAA (G sampai
NC-17). Penjabarannya bisa dilihat di tabel ini:
|
FFn
|
AO3
|
MPAA
|
Keterangan
|
|
K
|
General Audiences
|
G
|
Untuk semua umur.
|
|
K+
|
-
|
PG
|
Beberapa hal mungkin tidak sesuai
untuk anak-anak.
|
|
T
|
Teen and Up Audiences
|
PG-13
|
Beberapa hal mungkin tidak sesuai
untuk anak di bawah 13 tahun.
|
|
M
|
Mature
|
R
|
Usia di bawah 17 tahun perlu
pendampingan orang tua (atau usia legal dianggap dewasa)
|
|
MA
|
Explicit
|
NC-17
|
Umur kurang dari 17 tahun
dilarang. Berisi konten yang sangat eksplisit, tidak pantas dibaca yang di
bawah umur.
|
Catatan: Rating MA sudah tidak
diperbolehkan di FFn. Yang ingin memposting konten eksplisit, silakan melipir
ke AO3 atau situs lain yang memperbolehkan.
Selain rating, yang perlu
diperhatikan dalam menulis/membaca fanfiksi adalah genre-nya. Iya, genre-nya. Kalau ingin mencari yang
fluff* atau yang punya plot ringan, berpotensi membuat gigi ngilu saking manisnya,
jangan pernah coba-coba mencari di kategori angst
atau tragedy. Bagi pembaca sensitif
uhukkayaksayauhuk dua genre itu lebih mengerikan daripada genre horor. Seriusan.
Kembali ke topik.
Setelah genre, ada lagi tentang
panjang fanfiksi. Dikutip dari Om Wikipedia (lagi), pembagian panjang fanfiksi
(dengan sedikit modifikasi) ada:
|
Istilah (dalam Fanfiksi)
|
Istilah (Umum)
|
Keterangan
|
|
Drabble
|
-
|
Jumlah kata sekitar 100-200.
Meskipun tidak tepat 100-200 kata, drabble sangat pendek.
|
|
Ficlet
|
-
|
Lebih panjang dari drabble;
jumlah kata sekitar 500-900.
|
|
Oneshot
|
Cerpen
|
Jumlah kata 2000-3000 kata (ada
juga kasus spesial a.k.a author yang punya kemampuan dewa bisa menulis lebih
dari 5000 kata) dan hanya terdiri dari satu chapter (langsung tamat).
|
|
Two-shot
|
-
|
Fanfiksi yang terdiri dari dua
chapter.
|
|
Short Story
|
Cerbung
|
Bersambung, tapi jumlah
chapternya lebih sedikit dari Chaptered/Series Fic. Kadang-kadang bisa berupa
kumpulan fic yang saling tidak berhubungan (antologi?)
|
|
Multichapter/Chaptered/Series Fic
|
Cerbung; Novel
|
Fiksi bersambung; jumlah kata
seperti novel. Punya banyak chapter, konflik bisa lebih dari satu.
|
Setelah masalah panjang kata, ada
pula masalah warning alias peringatan. Biasanya dicantumkan di bagian summary, tapi kalau sudah ada fitur tagging
seperti di AO3, bisa dicantumkan di sana. Contoh warning misalnya Chara Death (Character/s death; kematian salah satu karakternya), dark fic (temanya berat), OOC (Out of Character; karakter di fanfiksi
itu di luar sifat aslinya), dan OC (Original
Character; menyelipkan karakter orisinil buatan si penulis fanfiksi
sendiri). Di bagian akhir juga biasanya dicantumkan—terutama di fandom yang
ramai seperti fandom Naruto—‘Don’t Like
Don’t Read’ (Jangan baca kalau enggak suka), kadang-kadang ditambah dengan ‘Don’t Review’ (jangan mereview) untuk
menghindari ‘flame’ atau ‘perang’ di kotak reviewnya. Untuk masalah DLDR
kuadrat ini, penyebab lebih lanjutnya akan dibahas di bagian berikutnya. Sabar
ya. /plak
Uhuk. Mungkin sampai di sini dulu
bahasan tentang fanfiksinya. Masih ada lanjutannya, yang untuk alasan tertentu
dipisah dari sini. Akhir kata, maaf kalau ada salah kata, penjelasan yang
kurang jelas atau bahkan menyesatkan, dan kalimat yang campur aduk antara
bahasa formal sama bahasa sehari-hari. Sampai ketemu lagi di bagian keduanya~
*setel Sanagara Byebye* /salah
Sumber:
Note:
* Lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi_penggemar.
No comments:
Post a Comment