Halohai, pagi/siang/sore/malam kapanpun
artikel ini dibaca~
Sebelumnya, salam kenal—bagi yang pertama
kali mampir ke blog ini. Setelah beberapa postingan sebelumnya membahas tentang
dunia maya dan luar negeri (uhukJepanguhuk), kali ini yang akan dibahas adalah
kota tempat tinggal saya sekarang, alias Daerah Istimewa Yogyakarta. Liputannya
sekitar daerah wisata yang paling sering dikunjungi dan wisata kuliner; selamat
membaca~ (owo)/
Daerah Wisata
1.
Candi Prambanan
Ada banyak candi di daerah Yogyakarta,
mulai dari Prambanan sampai Sambisari (yang ini letaknya dekat rumah dan
harganya sangat terjangkau; Rp2.000,00 sekali masuk, teman-temin). Yang akan
dibahas di sini adalah yang terhitung paling ramai dikunjungi (dan lumayan
menguras dompet ihiks), yaitu Candi Prambanan. Candi ini wajib dikunjungi
karena merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dihiasi relief
yang menceritakan Ramayana dan Krishnayana. Letaknya 17 km dari pusat kota
Yogya dan sangat mudah dijangkau kendaraan. Kalaupun tidak membawa kendaraan
pribadi, kompleks candi ini bisa dicapai dengan kendaraan umum—terutama TJ
a.k.a TransJogja.
Candi
Prambanan
2.
Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis—siapa yang tidak tahu?
Terkenal dengan mitos Kanjeng Ratu Rara Kidul dan larangan berpakaian hijau.
Juga ombak besar yang lumayan banyak memakan korban. Tetapi jangan khawatir!
Selama pembaca sekalian tidak melanggar larangan berenang di pantai ini (dan
aturan lainnya kalau ada), pembaca sekalian aman damai gemah ripah loh
jinawi—/plak /mulaingelantur
Uhm. Anyway,
lokasinya sekitar 25 km dari kota Yogyakarta dan terletak di tepi Samudra
Hindia (penyebab utama kenapa ombak dan arusnya besar-besar sampai banyak yang
terseret). Keunikannya adalah gumuk pasir (atau sand dunes) di sekitar pantai. Bisa foto-foto di sini, bisa jajan
juga, tetapi sekali lagi dimohon jangan berenang, kecuali memang udah enggak
sayang nyawa lagi.
3.
Malioboro
Yang hobi shopping merapat hayo!
Malioboro ini merupakan nama jalan di Kota
Yogyakarta (iyep, daerah Kota sana, bukan Sleman atau lainnya. Lihat artikel
pembagian wilayah administratif Yogyakarta untuk lebih lengkapnya di Mbah Wiki
atau googling tempatnya Om Google).
Asal katanya dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga. Jalanan ini
dipenuhi deretan toko, kios, mall, apapun itu yang sering diidentikkan sebagai
tempat tujuan shopping wisatawan.
Sekedar tips kalau mau berbelanja di sini: pintar-pintar nawar! Harga di toko A
mungkin lebih murah atau lebih mahal dari toko B yang pas di sebelahnya! Oh,
catatan sampingan: bagi yang punya penyakit sesak napas, lebih baik jangan
masuk ke pasarnya. Nitip belanjaan aja sama temen. Saking ramainya tempat ini,
napas bisa jadi sesak, jadi hati-hati ya!
4.
Kraton Yogyakarta
Kalau yang hobi shopping merapat ke Malioboro, yang suka sama hal-hal berbau
sejarah dan budaya daerah silakan ke Kraton Yogyakarta. Di sini, pengunjung
bisa menikmati arsitektur tradisional Kraton dan sejarah-sejarahnya. Ada pula
museum tempat melihat-lihat koleksi barang-barang kesultanan Yogyakarta. Saran
lagi, kalau mau datang kemari, berangkatnya agak pagian saja. Jam buka Kraton
Yogyakarta dari pukul 8 sampai 2 siang saja soalnya.
Masih ada banyak tempat wisata di
Yogyakarta, seperti Taman Pintar, Kebun Binatang Gembira Loka, sampai Gunung
Merapi dan daerah sekitar Kaliurang. Saking banyaknya sampai mungkin bakal
panjang banget kalau di-list semua. Karena itu, mari berbelok ke wisata kuliner
sekarang~
Bicara soal wisata kuliner, jadi teringat
lagu ciptaan guru olahraga waktu SMP dulu www
Bantul geplak-geplak, Gunung Kidul gaplek-gaplek,
Kulon Progo growol aduh enak e~
Jogja gudeg-gudeg, Sleman salak geyal-geyol,
kabeh-kabeh oe ana ajine~
*sfx: kaca jendela pecah* /lebay
…kembali ke topik sebelum lebay merebak
lebih luas.
Ehem. Jadi, kalau bicara soal DIY, apa yang
pertama kali terlintas di pikiran pembaca sekalian? Gudeg ‘kah, makanan manis
‘kah, atau salak, atau apa? Gudeg sudah jelas sekali mah; Jogja juga terkenal
soal makanan dan jajanan pasarnya yang manis-manis. Biasa dijual dengan harga
murah atau mahal, tergantung di mana pembaca sekalian beli. Karena, seriusan,
antara wilayah Sleman sama Kota Jogja, beda harganya udah lumayan jauh www Kalau
di tempat yang nulis tinggal, di sekitar Bandara Adi Sutjipto (wilayah Maguwoharjo),
harganya lumayan murah. Banyak toko oleh-oleh berjejeran, warung makan
tetanggaan, kanan-kiri rumah tempat jajan semua. Belum lagi minimarket dan
angkringan yang letaknya bisa dijangkau jalan kaki lima menitan…
…tetap aja, kalau enggak punya uang, sama
aja enggak bisa jajan. /orz
Untuk sekarang, mari bahas soal angkringan
dulu (karena kalau bahas gudeg sudah terlalu mainstream uhuk). Di luar
Yogyakarta, mungkin istilah ‘angkringan’ terdengar asing. Di Jogja sendiri,
angkringan sudah menjamur kemana-mana, mulai dari wilayah pedesaan hingga
perkotaan. Angkringan juga terkenal dengan menunya yang murah meriah; kombinasi
nasi kucing dengan sambal teri yang khas serta lauknya (bisa dipilih
oseng-oseng atau tempe goreng) dan didampingi minuman (teh, jahe, kopi, silakan
pilih sendiri)tidak sampai mencapai Rp15.000,00. Kecuali kalau pembaca belinya
di daerah tertentu atau beli semua menu sekaligus—yang itu tentunya lebih dari
Rp15.000,00. (-w-)v
Dan ngomong-omong, tolong jangan tanya
angkringan mana yang menunya paling enak. Makhluk ini tergolong katro dan
jarang keluar rumah, jadi tahunya cuma angkringan dekat rumah saja. Silakan
berwisata di Jogja untuk mencicipi rasanya lebih lanjut~
Mungkin sekian dulu yang bisa ditulis
sekarang. Maafkan soal postingan kuliner yang sedikit; soal gudeg dan lain-lain
bisa di-googling sendiri atau di tempat lain. Maaf juga kalau ada salah kata;
kesalahan tidak disengaja karena gaya bicara masing-masing orang berbeda.
Akhir kata, pagi/siang/sore/malam di
manapun pembaca sekalian berada~
Note:
Sumber gambar dan beberapa artikel didapat
dari:
http://infoberitaku.com/wp-content/uploads/2014/08/pram3.jpg
http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/Parangtritis.jpg
http://kejogja.com/wp-content/uploads/2015/05/harga-tanah-malioboro-jogja.jpg
http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/keraton-yogyakarta-hadiningrat.jpg
http://resepmedia.com/wp-content/uploads/2016/01/Gambar-Nasi-Kucing-.jpg
http://www.saibumi.com/img_artikel/88Nasi%20Kucing.jpg