2016/04/28

Fanfiction

Selamat pagi/siang/sore/malam kapanpun artikel ini dibaca (owo)/

Sebelum lanjut ke topik bahasan kali ini, numpang tanya sebentar—ada yang hobi menulis? Hobi membaca novel, komik, atau nonton film? Ada yang sering enggak puas sama ending atau jalan ceritanya, terus misuh-misuh sendiri sambil lanjut baca/nonton sampai akhir? Terakhir, ada yang tahu soal fanfiction, fanfic, fanfiksi, atau apapun istilahnya?

Kalau belum ada, mari lanjut ke topiknya~

(Kalau ada yang sudah tahu ya, silakan lanjut ke artikel berikutnya—atau kalau beneran senggang dan udah tahu soal fanfiksi, lanjut baca ya enggak dilarang)

2016/03/16

Sekitar Yogyakarta



Halohai, pagi/siang/sore/malam kapanpun artikel ini dibaca~

Sebelumnya, salam kenal—bagi yang pertama kali mampir ke blog ini. Setelah beberapa postingan sebelumnya membahas tentang dunia maya dan luar negeri (uhukJepanguhuk), kali ini yang akan dibahas adalah kota tempat tinggal saya sekarang, alias Daerah Istimewa Yogyakarta. Liputannya sekitar daerah wisata yang paling sering dikunjungi dan wisata kuliner; selamat membaca~ (owo)/

Daerah Wisata

1. Candi Prambanan
Ada banyak candi di daerah Yogyakarta, mulai dari Prambanan sampai Sambisari (yang ini letaknya dekat rumah dan harganya sangat terjangkau; Rp2.000,00 sekali masuk, teman-temin). Yang akan dibahas di sini adalah yang terhitung paling ramai dikunjungi (dan lumayan menguras dompet ihiks), yaitu Candi Prambanan. Candi ini wajib dikunjungi karena merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dihiasi relief yang menceritakan Ramayana dan Krishnayana. Letaknya 17 km dari pusat kota Yogya dan sangat mudah dijangkau kendaraan. Kalaupun tidak membawa kendaraan pribadi, kompleks candi ini bisa dicapai dengan kendaraan umum—terutama TJ a.k.a TransJogja.  

http://infoberitaku.com/wp-content/uploads/2014/08/pram3.jpg
Candi Prambanan

2. Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis—siapa yang tidak tahu? Terkenal dengan mitos Kanjeng Ratu Rara Kidul dan larangan berpakaian hijau. Juga ombak besar yang lumayan banyak memakan korban. Tetapi jangan khawatir! Selama pembaca sekalian tidak melanggar larangan berenang di pantai ini (dan aturan lainnya kalau ada), pembaca sekalian aman damai gemah ripah loh jinawi—/plak /mulaingelantur

Uhm. Anyway, lokasinya sekitar 25 km dari kota Yogyakarta dan terletak di tepi Samudra Hindia (penyebab utama kenapa ombak dan arusnya besar-besar sampai banyak yang terseret). Keunikannya adalah gumuk pasir (atau sand dunes) di sekitar pantai. Bisa foto-foto di sini, bisa jajan juga, tetapi sekali lagi dimohon jangan berenang, kecuali memang udah enggak sayang nyawa lagi.

http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/Parangtritis.jpg

3. Malioboro
Yang hobi shopping merapat hayo!

http://kejogja.com/wp-content/uploads/2015/05/harga-tanah-malioboro-jogja.jpg

Malioboro ini merupakan nama jalan di Kota Yogyakarta (iyep, daerah Kota sana, bukan Sleman atau lainnya. Lihat artikel pembagian wilayah administratif Yogyakarta untuk lebih lengkapnya di Mbah Wiki atau googling tempatnya Om Google). Asal katanya dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga. Jalanan ini dipenuhi deretan toko, kios, mall, apapun itu yang sering diidentikkan sebagai tempat tujuan shopping wisatawan. Sekedar tips kalau mau berbelanja di sini: pintar-pintar nawar! Harga di toko A mungkin lebih murah atau lebih mahal dari toko B yang pas di sebelahnya! Oh, catatan sampingan: bagi yang punya penyakit sesak napas, lebih baik jangan masuk ke pasarnya. Nitip belanjaan aja sama temen. Saking ramainya tempat ini, napas bisa jadi sesak, jadi hati-hati ya!

4. Kraton Yogyakarta
Kalau yang hobi shopping merapat ke Malioboro, yang suka sama hal-hal berbau sejarah dan budaya daerah silakan ke Kraton Yogyakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati arsitektur tradisional Kraton dan sejarah-sejarahnya. Ada pula museum tempat melihat-lihat koleksi barang-barang kesultanan Yogyakarta. Saran lagi, kalau mau datang kemari, berangkatnya agak pagian saja. Jam buka Kraton Yogyakarta dari pukul 8 sampai 2 siang saja soalnya.

http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/keraton-yogyakarta-hadiningrat.jpg

Masih ada banyak tempat wisata di Yogyakarta, seperti Taman Pintar, Kebun Binatang Gembira Loka, sampai Gunung Merapi dan daerah sekitar Kaliurang. Saking banyaknya sampai mungkin bakal panjang banget kalau di-list semua. Karena itu, mari berbelok ke wisata kuliner sekarang~

Bicara soal wisata kuliner, jadi teringat lagu ciptaan guru olahraga waktu SMP dulu www

Bantul geplak-geplak, Gunung Kidul gaplek-gaplek, Kulon Progo growol aduh enak e~
Jogja gudeg-gudeg, Sleman salak geyal-geyol, kabeh-kabeh oe ana ajine~

*sfx: kaca jendela pecah* /lebay

…kembali ke topik sebelum lebay merebak lebih luas.

Ehem. Jadi, kalau bicara soal DIY, apa yang pertama kali terlintas di pikiran pembaca sekalian? Gudeg ‘kah, makanan manis ‘kah, atau salak, atau apa? Gudeg sudah jelas sekali mah; Jogja juga terkenal soal makanan dan jajanan pasarnya yang manis-manis. Biasa dijual dengan harga murah atau mahal, tergantung di mana pembaca sekalian beli. Karena, seriusan, antara wilayah Sleman sama Kota Jogja, beda harganya udah lumayan jauh www Kalau di tempat yang nulis tinggal, di sekitar Bandara Adi Sutjipto (wilayah Maguwoharjo), harganya lumayan murah. Banyak toko oleh-oleh berjejeran, warung makan tetanggaan, kanan-kiri rumah tempat jajan semua. Belum lagi minimarket dan angkringan yang letaknya bisa dijangkau jalan kaki lima menitan…

…tetap aja, kalau enggak punya uang, sama aja enggak bisa jajan. /orz

Untuk sekarang, mari bahas soal angkringan dulu (karena kalau bahas gudeg sudah terlalu mainstream uhuk). Di luar Yogyakarta, mungkin istilah ‘angkringan’ terdengar asing. Di Jogja sendiri, angkringan sudah menjamur kemana-mana, mulai dari wilayah pedesaan hingga perkotaan. Angkringan juga terkenal dengan menunya yang murah meriah; kombinasi nasi kucing dengan sambal teri yang khas serta lauknya (bisa dipilih oseng-oseng atau tempe goreng) dan didampingi minuman (teh, jahe, kopi, silakan pilih sendiri)tidak sampai mencapai Rp15.000,00. Kecuali kalau pembaca belinya di daerah tertentu atau beli semua menu sekaligus—yang itu tentunya lebih dari Rp15.000,00. (-w-)v

Dan ngomong-omong, tolong jangan tanya angkringan mana yang menunya paling enak. Makhluk ini tergolong katro dan jarang keluar rumah, jadi tahunya cuma angkringan dekat rumah saja. Silakan berwisata di Jogja untuk mencicipi rasanya lebih lanjut~

http://resepmedia.com/wp-content/uploads/2016/01/Gambar-Nasi-Kucing-.jpg 

 http://www.saibumi.com/img_artikel/88Nasi%20Kucing.jpg

Mungkin sekian dulu yang bisa ditulis sekarang. Maafkan soal postingan kuliner yang sedikit; soal gudeg dan lain-lain bisa di-googling sendiri atau di tempat lain. Maaf juga kalau ada salah kata; kesalahan tidak disengaja karena gaya bicara masing-masing orang berbeda.

Akhir kata, pagi/siang/sore/malam di manapun pembaca sekalian berada~

Note:
Sumber gambar dan beberapa artikel didapat dari: 
http://infoberitaku.com/wp-content/uploads/2014/08/pram3.jpg
http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/Parangtritis.jpg
http://kejogja.com/wp-content/uploads/2015/05/harga-tanah-malioboro-jogja.jpg
http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/04/keraton-yogyakarta-hadiningrat.jpg
http://resepmedia.com/wp-content/uploads/2016/01/Gambar-Nasi-Kucing-.jpg
http://www.saibumi.com/img_artikel/88Nasi%20Kucing.jpg